Sabut Kelapa Raja Ampat
Berpeluang ekspor ke Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, China, Eropa, hingga negara-negara di Timur Tengah semisal Arab Saudi dan Uni Emirat Arab
Cocopeat
Cocofiber
Raja Ampat
Berpeluang Penuhi Kebutuhan Internasional
Nilai ekonomis produk turunan sabut kelapa ini sangat besar. Bahkan pada periode Januari hingga November 2023, Indonesia telah mengekspor sabut kelapa sebanyak 25 ribu ton dengan nilai 4,6 juta US dolar.
- Valuation $2.5M
- 125 Investors
- Target $250,000
- Raja Ampat Regency
Gudangnya Perkebunan Kelapa
Raja Ampat sebagai salah satu wilayah dengan perkebunan kelapa yang luas, memiliki peluang dalam memenuhi kebutuhan sabut kelapa di pasar internasional. Kabupaten ini memiliki total lahan perkebunan kelapa seluas 10.861 hektar. Volume produksi di tahun 2023 mencapai 9538 ton dengan rata-rata produktivitas 0.91 ton per hektar.
Perkebunan kelapa terluas berada di Distrik Misool Timur seluas 2074 hektar, kemudian di Distrik Kofiau seluas 1724 hektar, selanjutnya di Distrik Missol seluas 1676 hektar, serta di Kepulauan Sembilan seluas 1195 hektar. Dari lahan tersebut, Distrik Misool menghasilkan 1.494 ton kelapa, Distrik Kofiau menghasilkan 1537 ton, Distrik Misool Timur menghasilkan 1897 ton, serta Kepulauan Sembilan menghasil 981 ton.
Selain di keempat wilayah tersebut, lahan perkebunan kelapa tumbuh di seluruh wilayah Kabupaten Raja Ampat dengan total produksi mencapai 9538 ton di tahun 2023. Hal ini telah menjadikan kelapa sebagai komoditas perkebunan terbesar di Raja Ampat.
Dengan potensi komoditas kelapa yang sangat besar, Raja Ampat membuka peluang investasi dalam pengolahan produk turunan kelapa yakni berupa sabut kelapa. Bergabunglah bersama kami dalam mewujudkan pembangunan dan aktivitas penanaman modal yang berkelanjutan.
Lihat melalui video
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua